NGEMIS: Tipe Pembaca Seperti Apakah Aku?



Setelah absen beberapa minggu, aku pengen eksis lagi di NGEMIS dan kali ini mau cerita sedikit tentang tipe pembaca buku. Aku sih gak punya kebiasaan khusus untuk membaca buku, Cuma aku pengen angkat tulisan ini untuk di posting karena liat kebiasan para pecinta buku yang hobi banget nimbun buku tanpa pengen/belum sempat di baca sekalipun.
Terus ada tipe-tipe yang kasih review kritis, atau ada yang tipe pembaca yang suka tebar-tebar spoiler dan masih banyak lagi tipe pembaca yang ada di muka bumi ini. Nah tulisanku ini bukan mau kasih tau tipe-tipe yang ada di dunia ini, Cuma pengen sharing aja tipe pembaca seperti apakah aku. Siapa tahu kita punya kesamaan dan bisa klop satu sama lain.
1. Pelit
Ini tidak bisa aku pungkiri kalau aku berubah mendadak menjadi pelit saat aku sadar betapa banyak buku kesayanganku hilang karena tidak bertanggung jawabnya sang peminjam. Aku lupa kapan ini terjadi, tapi sejak saat itu aku geram setengah mati. Mau marah, gak bisa karena sahabat sendiri. Mau minta ganti, buku yang aku punya itu udah gak ada lagi di toko buku, dan sampai akhirnya aku melupakannya dan memaafkan mereka.
Memaafkan bukan berarti aku tidak belajar dari pengalaman itu ya. Yap, sejak saat itu aku pelit setengah mampus. EGP banget kalau ada yang ngatain aku di belakang, pokoknya aku pelit. Kecuali aku kenal betul kalau calon peminjam adalah sama-sama pecinta buku sama sepertiku. Yakin dch, pecinta buku gak akan bikin buku rusak atau hilang.


2. Suka ngancam
Ini juga jadi kebiasaan yang gak bisa hilang setiap kali ada yang minjam buku ke rumah atau ketemuan di sekolah atau di kampus. Kalimat ampuh aku yang suka aku pakai buat ancaman adalah “Itu kalau buku sampai lecet, robek, di lipat atau apapun namanya. Aku minta ganti baru gak pake nawar. Kalau gak, tengoklah akibatnya.”  Cara ini ampuh buat nakutin calon peminjam. Beberapa ada yang mundur perlahan, tapi ada juga yang tetap keukeuh minjam sambil berkata “Iya. Tenang aja.”
Emang ancaman gitu ngaruh ya? Mungkin kalau tipe cewek lemah lembut kayak putri keraton, calon peminjam mungkin bakal ngira ancaman itu Cuma sekedar ancaman tidak berarti. Tapi kalau aku yang ucapin, mereka yakin kalau aku serius. Karena aku gak pernah main-main sama ancaman aku. Dan mereka udah pernah lihat sendiri bukti keseriusan omongan aku.

3. Gak suka nimbun buku
Ini bikin aku heran. Aku sering banget lihat status atau komentar-komentar para pecinta buku yang hobinya nambah timbunan di rak. Oke ini mungkin akan terdengar sirik, dan aku akuin iya. Aku iri banget mereka begitu gampangnya beli buku dan nimbun buku banyak-banyak tanpa sekalipun pengen niat/belum sempat di baca. Sedangkan aku, untuk memenuhi keinginan membaca aja harus bolak-balik ke perpustakaan wilayah yang jaraknya lumayan jauh, atau mati-matian (lebay) berjuang dengan para pesera blog tour demi bersaing mendapatkan novel gratis.
Makanya, aku paling gak suka nimbun buku. Ketika ada buku nganggur, aku usahakan buku itu aku baca dulu baru nanti pinjam lagi. Pokoknya aku menghargai bangetlah. Terutama yang gratisan hoho

4. Tipe serius
Kejadian ini sih lebih tepat terjadi pas aku masih zaman sekolah dan kuliah. Aku gak suka di ganggu kalau sedang baca. Mau itu baca komik ataupun baca novel. Dan tipe bacaan aku adalah tipe bacaan yang membutuhkan konsentrasi, seperti Sherlock Holmes dan sejenisnya. Jadi ngebayangin dong ya, pas lagi serius-seriusnya ada yang nanyain hal yang gak penting kayak gini:
 “Eh neng, beli buku dimana?”
“Neng, tengok sinopsisnya dong?”

“Ceritanya tentang apa?”
“Seru gak?” 
OH TUHAN!!!!
Aku punya kesempatan baca buku itu pas jam istirahat, pas kosong mata pelajaran atau sebelum tidur. Selebihnya aku gunain untuk hal lain, contoh aja bikin PR atau tugas, ngumpul bareng teman, nonton film di laptop bareng teman, atau apapun lah kegiatan yang bisa bikin aku berinteraksi dengan orang lain. Jadi sedikitnya waktu, jangan ganggu aku membaca buku.
Aku tipe pembaca dengan muka serius di tambah bacaan yang membuat aku berpikir terus.
Beberapa yang udah paham dengan karakter aku, mereka bakal ngehindar kalau aku lagi baca buku. Alasannya sih takut kena “semprot” kalau mereka terlalu ribut. Hehe ini pernah kejadian lho ^^ *cewek sadis

5. Tipe pemilih
Untuk satu ini, aku berubah seiring waktu.
Dulu saat masih dapat uang jajan dan toko buku masih terjangkau sama sepeda motor, aku sangat-sangat memilih dalam bacaan. Aku Cuma mau bacaan yang sesuai genre aku (misteri, thriller, crime, horor) dan itu pun belum cukup buat aku. karena beberapa kali aku membeli buku dengan genre kesukaan, tapi menemukan ketidak cocokan dengan penulisnya. Sehingga aku memutuskan hanya membeli buku dengan genre kesukaan yang di tulis oleh penulis yang udah pernah aku baca sebelumnya. Contoh aja, Sidney Sheldon, Agatha Christie, Conan Doyle. Selebihnya aku suka nyewa di rental untuk ngecek kecocokan penulis dan selera bacaan aku. kalau cocok, nama penulis itu udah bisa aku masukan dalam daftar Reading List aku.
Sekarang, setelah menikah, uang jajan stop dan keperluan Zayan meningkat tajam, aku memutuskan untuk melahap buku apa aja yang ada di depan mata. Awal-awalnya sulit (sampai sekarang pun masih terasa sulitnya) tapi aku mencoba bertahan. Yang penting asupan aku akan bacaan terpenuhi. Bukankah itu inti dari pecinta buku, kebutuhannya di penuhi. Meski soal selera menjadi penentunya.
Nah ini lima tipe pembaca seperti apakah aku. Kalau kalian searching di google, mungkin akan banyak perbedaan kali isi postingan Tipe Pembaca versi Ring Ding Dong dan Tipe Pembaca versi para blogger lainnya.
Sekali lagi intinya adalah sharing.
Kan NGEMIS: Ngobrol Manis di Hari Kamis ^^
Nah gimana dengan kalian sendiri? 
Apa punya Tipe Pembaca yang berbeda dengan punyaku?